Saturday, 5 March 2011

asean scholarship: frequently asked questions part 3

the end of the trilogy! frequently asked questions bagian ketiga ini akan membahas hal-hal di luar keterangan resmi program ataupun pengisian formulir aplikasi. enjoy!

________________________________________


1. apakah kita bebas memilih fakultas dan jurusan yang ada di universitas tersebut atau hanya pada fakultas komunikasi saja?
(penyelenggara program beasiswa ini adalah jurusan communication management [program bahasa inggris] di fakultas ilmu komunikasi, universitas chulalongkorn. otomatis, di sanalah kamu akan menghabiskan program pertukaran tersebut.)

2. apakah program ini hanya untuk mahasiswa ilmu komunikasi?
(baca di sini.)

3. apakah biaya pengurusan paspor (jika belum punya), visa, dan tiket pesawat akan ditanggung penyelenggara?
(tidak. penyelenggara beasiswa hanya menanggung biaya kuliah dan biaya hidup selama program. semua biaya di atas akan menjadi tanggungan penerima beasiswa.)

4. saya tidak punya uang untuk menanggung semua biaya itu. saya harus bagaimana?
(usaha! buat proposal untuk cari sponsor atau donatur, segera setelah kamu mendapat acceptance letter dari universitas chulalongkorn. ajukan ke kampus, institusi pemerintahan [pemerintah daerah, direktorat jenderal pendidikan tinggi kementerian pendidikan nasional], dan perusahaan. ada banyak jalan menuju roma, begitu pula untuk menuju bangkok!)

5. bagaimana caranya mengurus visa?
(baca di sini dan di sini.)

6. seperti apa tahapan seleksi beasiswa ini?
(awal februari sampai akhir maret, penerimaan aplikasi. awal april, pengumuman kandidat yang lolos ke tahap wawancara. sering-sering cek situs resmi dan spam box di email pada masa-masa itu, karena tahun lalu, email pemberitahuan jadwal wawancara gue nyasar di spam! terakhir, pengumuman beasiswa, akhir bulan april. tapi, tahun lalu pengumumannya ditunda sampai lima hari.)

7. proses wawancaranya seperti apa?
(wawancaranya dilakukan via internet. tahun lalu gue diwawancara via video chat msn messenger, atau paling tidak begitulah seharusnya. akhirnya sih gue diwawancara via yahoo! messenger, tapi one-way voice chat instead of video chat. mudah-mudahan tahun ini mereka pakai skype.)

8. pertanyaan-pertanyaan wawancaranya seperti apa?
(standar. semacam "how do you describe yourself", "what do you think of thailand", "what subject do you want to study". dari sana, pertanyaan-pertanyaan baru akan berkembang. ada baiknya juga googling tentang pertanyaan-pertanyaan yang umum keluar pada saat wawancara beasiswa, atau tanya ke rekan-rekan yang pernah melalui tahap serupa [dan lolos, tentu saja].)

9. minta tips dan trik bisa dapat beasiswa, dong!
(first thing first. to get the scholarship, i did not do tricks - i am not a magician. jadi, yang tersisa tinggal tips. tapi gue cuma punya satu aturan umum, yang relatif klise - kalau nggak mau dibilang basi. be yourself.
jangan salah, inilah aturan yang menurut gue paling penting dalam hal berburu beasiswa. memang sih, kita juga harus mampu "jual diri". supaya sang pemberi beasiswa ga ngerasa rugi ngongkosin kita sekolah dan hidup jauh dari rumah, kita harus kasih lihat mereka kalau kita ini lebih oke daripada calon-calon lain. tapi, ini penting, jangan berpura-pura. nanti pasti ketahuan, kok.
oh, iya. penting hukumnya mengetahui mata kuliah apa saja yang mereka tawarkan, dan mana yang membuat kamu tertarik untuk mempelajarinya kelak. jangan lupa baca berita-berita terbaru tentang thailand, dan cari tahu seperti apa itu universitas chulalongkorn. kalau diajak ngobrol, tanggapi. kalau diberi kesempatan bertanya, bertanyalah.
tunjukkan kalau kita sangat tertarik pada isu-isu komunikasi, dan program ini. akan memberikan kesempatan belajar yang sangat bermanfaat. tegaskan juga pada pewawancara, bahwa kalau kamu mendapat beasiswa tersebut, baik kamu dan pemberi beasiswa akan sama-sama diuntungkan.)


10. pertanyaan saya kok nggak dijawab, sih?
(ada dua kemungkinan. pertama, jawaban atas pertanyaan kamu sebenarnya bisa ditemukan dengan membuka situs resmi atau sedikit penalaran saat membaca formulir aplikasi. dengan trilogi frequently asked questions yang sudah dimuat di blog ini, seharusnya pertanyaan-pertanyaan tersebut sudah bisa terjawab jika kamu membaca. kedua, pertanyaan tersebut bisa dijawab dengan sedikit konsultasi dengan mbah google. kuncinya adalah iqra. baca!)

2 feedbacks:

riri.lariza said...

maaf, mau nanya. skor TOEFL yang dibutuhkan itu yang berdasarkan Institutional atau International ya ? Saya liat di internet, untuk apply beasiswa atau sekolah ke luar negeri, gak terima skor TOEFL yang berdasarkan Institutional. Apa Uni Chula juga gitu ?

maharanism said...

halo!
kalau dilihat persyaratannya sih seolah-olah beasiswa ini hanya menerima hasil toefl ibt (internet-based), tapi waktu dicoba tahun lalu dengan hasil toefl institutional (pbt alias paper-based), ternyata bisa. institutional (bukan prediction) ini biasanya bisa dipakai untuk beasiswa exchange, dan beberapa institusi juga menerimanya untuk aplikasi beasiswa pascasarjana.

Post a Comment